Kericuhan disebut bermula ketika salah seorang pimpinan organisasi mahasiswa dan pemuda menyampaikan pandangannya dengan intonasi suara yang dinilai terlalu keras oleh pimpinan dan sejumlah anggota DPRD Langkat.
Salah seorang sumber yang hadir dalam RDP mengatakan, situasi mulai memanas setelah adanya keberatan dari pihak DPRD terhadap cara penyampaian aspirasi tersebut.
"Intonasi adek-adek ini terlalu keras sehingga terkesan menyudutkan pimpinan DPRD," ujar sumber tersebut.
Ketegangan kemudian berkembang menjadi adu argumen hingga terjadi aksi saling dorong antara sejumlah peserta RDP dan anggota DPRD. Meski suasana sempat tidak terkendali, rapat akhirnya tetap dilanjutkan.
RDP tersebut digelar untuk membahas sejumlah persoalan dan isu faktual yang tengah menjadi perhatian publik di Kabupaten Langkat.
DPRD: Forum RDP Seharusnya Menjadi Ruang Dialog
Sekretaris Komisi III DPRD Langkat, Rahmat Rinaldi, membenarkan adanya RDP yang melibatkan elemen mahasiswa dan pemuda. Menurutnya, forum tersebut sejak awal dimaksudkan sebagai ruang dialog untuk membicarakan berbagai persoalan di Kabupaten Langkat.
Rahmat menegaskan, karena peserta hadir atas undangan DPRD, pembahasan seharusnya dilakukan melalui komunikasi yang konstruktif.
"Padahal DPRD mengundang untuk ngobrol, bicara tentang Langkat. Substansinya kan diundang, maka berdiskusi baiklah," jelas politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) tersebut.
Ia berharap perbedaan pandangan dalam forum resmi tidak berkembang menjadi konflik terbuka, mengingat RDP merupakan salah satu ruang bagi masyarakat, khususnya kelompok mahasiswa dan pemuda, untuk menyampaikan aspirasi kepada lembaga legislatif.
Sejumlah Organisasi Mahasiswa Hadir
Adapun organisasi mahasiswa dan pemuda yang diundang dalam RDP tersebut di antaranya PC HMI Langkat, PB Himala Langkat, PC PMII Langkat, Limapera Langkat, IMM Langkat, GMNI Langkat, HIMMAH Langkat, KAMMI Langkat, serta KNPI Langkat.
Sejumlah pimpinan dan anggota DPRD Langkat juga tampak hadir dalam agenda tersebut. Di antaranya Wakil Ketua DPRD Langkat H. Ajai Ismail, Wakil Ketua DPRD Langkat Romelta Ginting, serta anggota DPRD Langkat Edi Bahagia Sinuraya, Mathew Diemas Bastanta Sinulingga, Rahmat Rinaldi, dan sejumlah anggota dewan lainnya.
Kericuhan yang terjadi dalam RDP tersebut menjadi catatan tersendiri bagi hubungan antara legislatif dan kelompok mahasiswa serta pemuda. Di sisi lain, forum tetap berjalan dan pembahasan terkait berbagai persoalan di Kabupaten Langkat dapat dilanjutkan.
Ke depan, RDP diharapkan benar-benar menjadi ruang adu gagasan dan penyampaian kritik secara terbuka, tanpa harus berujung pada ketegangan antarpihak.(TP)
Posting Komentar untuk "RDP di DPRD Langkat Diwarnai Kericuhan, Mahasiswa dan Legislator Sempat Adu Mulut"