LANGKAT — Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Langkat pada Sabtu malam (10/10/2026) kembali memicu banjir di Desa Halaban, Kecamatan Besitang. Dampaknya, lingkungan Sekolah Dasar Negeri (SDN) 054925 Halaban terendam air bercampur lumpur, sehingga menimbulkan kekhawatiran terhadap kenyamanan dan keselamatan siswa serta tenaga pendidik.
Berdasarkan foto kondisi lapangan yang diabadikan pada Minggu pagi (11/10/2026), genangan air terlihat memenuhi halaman sekolah hingga masuk ke dalam ruang kelas. Lantai kelas tampak dipenuhi lumpur, sementara meja serta kursi belajar berada di tengah ruangan yang terdampak banjir.
Tak hanya lingkungan sekolah, akses jalan di sekitar lokasi juga terlihat digenangi air. Kondisi tersebut memperlihatkan bahwa banjir kembali menjadi persoalan yang harus mendapat perhatian serius, terutama ketika fasilitas pendidikan ikut terdampak.
Sekolah Seharusnya Menjadi Tempat Aman untuk Belajar
Banjir yang kembali melanda SDN 054925 Halaban menimbulkan pertanyaan mengenai upaya penanganan banjir di wilayah tersebut. Apabila kondisi serupa terus berulang, dampaknya bukan hanya menyangkut kerusakan fasilitas sekolah, tetapi juga berpotensi mengganggu proses belajar-mengajar dan menambah beban bagi pihak sekolah.
Air bercampur lumpur yang menggenangi ruang kelas juga memerlukan penanganan sebelum ruangan kembali digunakan. Pembersihan, pemeriksaan kondisi bangunan, serta pengecekan instalasi listrik dan sanitasi menjadi langkah penting untuk memastikan lingkungan sekolah aman bagi siswa.
Di tengah tuntutan peningkatan kualitas pendidikan, persoalan mendasar seperti ruang kelas yang terendam banjir semestinya tidak luput dari perhatian pemerintah.
Pemkab Langkat dan Instansi Terkait Perlu Turun ke Lapangan
Kondisi SDN 054925 Halaban perlu menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Langkat, khususnya instansi yang membidangi pendidikan, pekerjaan umum, serta penanggulangan bencana.
Pemeriksaan langsung diperlukan untuk mengetahui penyebab banjir, termasuk kemungkinan persoalan drainase, kondisi saluran pembuangan air, maupun faktor lingkungan lainnya. Langkah penanganan juga perlu disesuaikan dengan hasil pemeriksaan di lapangan agar solusi yang diberikan tidak sekadar bersifat sementara.
Selain penanganan darurat, pemerintah perlu mengevaluasi apakah kawasan sekolah tersebut membutuhkan perbaikan sistem drainase, peninggian bagian bangunan tertentu, atau langkah teknis lain berdasarkan kajian yang memadai.
Publik juga berhak mengetahui langkah konkret yang akan dilakukan pemerintah untuk mencegah kejadian serupa terus berulang.
Jangan Biarkan Pendidikan Terus Terganggu oleh Banjir
Banjir yang kembali menggenangi sekolah menjadi pengingat bahwa perlindungan terhadap fasilitas pendidikan harus menjadi bagian penting dari upaya penanggulangan bencana.
Pemerintah Kabupaten Langkat diharapkan segera meninjau kondisi SDN 054925 Halaban, memastikan keselamatan siswa dan guru, serta menyiapkan langkah penanganan yang terukur.
Sebab, sekolah bukan sekadar bangunan tempat belajar. Sekolah merupakan ruang bagi anak-anak untuk menata masa depan. Ketika ruang kelas terendam banjir berulang kali, yang dipertaruhkan bukan hanya fasilitas fisik, melainkan juga kelancaran proses pendidikan.
Kini, masyarakat menunggu langkah nyata: apakah banjir di lingkungan sekolah ini akan ditangani secara menyeluruh, atau kembali menjadi persoalan yang muncul setiap kali hujan deras mengguyur Besitang.(TP)
Posting Komentar untuk "Banjir Kembali Rendam SDN 054925 Halaban Besitang, Ruang Kelas Tergenang, Aktivitas Belajar Terancam"