Langkat Gelap PLN Byar Pet,SATMA AMPI Langkat Meradang



Langkat, Senin(08/06/2026) - Gelombang kekecewaan masyarakat Kabupaten Langkat akibat pemadaman listrik total (blackout) yang melanda wilayah Sumatra Utara memuncak. Aliansi Pemuda Langkat Satu (APLS), yang dipimpin oleh motor Penggerak Peduli Pengurus Satuan Mahasiswa Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia) Kabupaten Langkat Tigor Lubis dan Komisiones APLS Aulia Zulhairi angkat bicara sebagai Refresentatif kekecewaan seluruh Warga Langkat,tak urung Radangan tersebut diungkapkan dengan melayangkan kritik tajam dan tuntutan keras terhadap jajaran pimpinan PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Langkat.

​Pemadaman massal yang berlangsung dalam durasi signifikan ini dinilai bukan sekadar gangguan teknis biasa, melainkan cerminan dari buruknya sistem mitigasi dan lemahnya kinerja manajemen PLN di tingkat daerah.

Tigor mengungkapkan,di Stabat,08 Juli,​Rakyat Merugi, PLN Jangan Bersembunyi di Balik "Gangguan Teknis"
​ia menegaskan bahwa dampak dari blackout ini telah melumpuhkan urat nadi perekonomian warga Langkat. Sektor UMKM hancur seketika, komoditas pangan berbasis pendingin rusak, hingga layanan publik dan fasilitas kesehatan mengalami disrupsi parah.

​"Kami tidak bisa menoleransi alasan klasik 'gangguan sistem' yang terus-menerus digelorakan PLN. Realitasnya, masyarakat dan pelaku usaha di Langkat mengalami kerugian materiil yang sangat besar. Siapa yang mau mengganti rugi daging yang membusuk di kulkas pedagang, atau alat elektronik warga yang rusak akibat tegangan tidak stabil? Pimpinan PLN Langkat harus keluar dan bertanggung jawab, jangan sembunyi!" ujarnya dengan nada tegas.

​Teguran Keras untuk Manajemen yang Lamban
​Senada dengan Tigor Alfatidz,Aulia menyoroti lambatnya respons dan minimnya transparansi informasi dari pihak PLN Langkat saat krisis terjadi. Menurutnya, sebagai badan usaha milik negara yang memonopoli hajat hidup orang banyak, PLN terkesan amatir dalam menangani situasi darurat di wilayah Langkat.
​Minim Mitigasi: Tidak adanya sistem cadangan yang mumpuni untuk mengamankan wilayah vital di Kabupaten Langkat.
​Kerugian Beruntun: Selain kerugian finansial pada sektor bisnis, aktivitas domestik rumah tangga dan pendidikan anak-anak di Langkat ikut terganggu secara psikologis dan teknis.

​Tuntutan Transparansi,SATMA AMPI Langkat dan Komunitas APLS mendesak adanya audit menyeluruh terhadap performa PLN Langkat serta kompensasi nyata bagi pelanggan, bukan sekadar permohonan maaf di media sosial.

​Sinyal Peringatan: Tuntut Evaluasi Copot Jabatan para petinggi PLN Pusat sampai Daerah Koalisi Kaum
​muda Langkat ini menegaskan bahwa tuntutan ini merupakan suara murni dari jeritan masyarakat bawah yang menjadi korban keandalan listrik yang buruk. Jika pimpinan PLN Langkat tidak mampu memberikan jaminan bahwa blackout serupa serta kondisi arus listrik PLN Byar pet tidak akan terulang, serta tidak menunjukkan iktikad baik untuk mengganti kerugian warga,maka Koalisi Pemuda berkomitmen akan membawa massa yang lebih besar.

​"Kami menuntut evaluasi total. Jika pimpinan PLN Langkat tidak mampu mengelola dan mengamankan pasokan listrik untuk rakyat Langkat, lebih baik mundur atau dicopot dari jabatannya. Langkat ini kabupaten besar, jangan biarkan roda ekonominya mati total hanya karena ketidakbecusan manajerial," pungkas Tigor.
​Hingga berita ini diturunkan, pihak manajemen PLN UP3 Langkat belum memberikan pernyataan resmi terkait tuntutan ganti rugi dan kritik keras yang dilayangkan oleh aliansi pemuda tersebut. Masyarakat kini menunggu, apakah PLN akan menunjukkan tanggung jawab moralnya, atau tetap berlindung di balik regulasi usang.pungsnya.(TP)

Posting Komentar untuk "Langkat Gelap PLN Byar Pet,SATMA AMPI Langkat Meradang"