Jangan Tunggu Korban Berikutnya: Pentingnya Pemangkasan Pohon di Jalinsum

Stabat,(03/06/2026) - Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) merupakan jalur utama yang setiap hari dilalui ribuan kendaraan. Oleh karena itu, pemangkasan dan perawatan pohon di sepanjang ruas jalan menjadi kebutuhan yang tidak dapat diabaikan. Pohon yang tua, lapuk, atau memiliki cabang yang terlalu rimbun berpotensi tumbang sewaktu-waktu, terutama saat hujan deras dan angin kencang.

Risiko yang ditimbulkan bukan hanya kerusakan kendaraan, tetapi juga dapat mengakibatkan luka-luka hingga korban jiwa. Peristiwa pohon tumbang yang menimpa kendaraan di sejumlah ruas jalan menjadi bukti bahwa langkah pencegahan harus dilakukan secara serius dan berkelanjutan.

Dari aspek hukum, Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2022 tentang Jalan dan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan menegaskan bahwa penyelenggara jalan memiliki kewajiban untuk menjaga keselamatan pengguna jalan melalui pemeliharaan dan pengawasan terhadap potensi bahaya yang ada di ruang manfaat jalan, termasuk pohon yang berisiko tumbang.

Pandangan Publik dan Logika Berpikir

Secara logika berpikir, mencegah selalu lebih baik daripada menangani akibat setelah musibah terjadi. Jika sebuah pohon sudah terlihat miring, lapuk, atau memiliki cabang besar yang berpotensi patah, maka langkah paling rasional adalah melakukan pemangkasan atau penanganan sebelum terjadi kecelakaan.

Masyarakat pada umumnya berpandangan bahwa keselamatan pengguna jalan harus menjadi prioritas utama. Tidak sedikit warga yang mempertanyakan mengapa tindakan baru dilakukan setelah terjadi korban atau kerusakan kendaraan, padahal tanda-tanda potensi bahaya sering kali sudah terlihat jauh sebelumnya.

Secara logis, biaya pemangkasan pohon tentu jauh lebih kecil dibandingkan biaya yang harus ditanggung akibat kecelakaan, kerusakan kendaraan, biaya pengobatan korban, hingga kemungkinan tuntutan hukum. Karena itu, alasan keterbatasan anggaran atau kurangnya peralatan sering kali sulit diterima oleh publik apabila risiko yang dihadapi menyangkut keselamatan jiwa manusia.

Dalam pandangan masyarakat, jika pemerintah mampu mengalokasikan anggaran untuk berbagai program pembangunan, maka seharusnya keselamatan pengguna jalan juga mendapat perhatian yang sama. Sebab, pembangunan yang baik bukan hanya membangun infrastruktur baru, tetapi juga memastikan fasilitas yang sudah ada tetap aman digunakan masyarakat.

Logika sederhana yang berkembang di tengah masyarakat adalah: jika potensi bahaya sudah diketahui, maka tindakan pencegahan harus segera dilakukan. Menunggu sampai ada korban bukanlah solusi, melainkan bentuk keterlambatan dalam mengambil tindakan.

Perlu di ingat peristiwa tragis yang terjadi di Stabat pada pertengahan tahun 2025 menjadi pengingat bahwa ancaman pohon tumbang bukanlah persoalan sepele. Saat itu, seorang pelajar SMA bernama Putri Br Nainggolan meninggal dunia setelah tertimpa patahan cabang pohon ketika sedang berolahraga di kawasan Alun-alun T. Amir Hamzah, Stabat. Kejadian tersebut menyisakan duka mendalam bagi keluarga, sahabat, dan masyarakat Kabupaten Langkat.

Dari sudut pandang masyarakat, peristiwa tersebut seharusnya menjadi bahan evaluasi bersama agar langkah-langkah pencegahan lebih diutamakan daripada penanganan setelah musibah terjadi. Sebab, tidak ada satu pun keluarga yang ingin kehilangan orang yang dicintai akibat kejadian yang sebenarnya dapat diminimalkan risikonya melalui pengawasan dan perawatan pohon secara berkala.


Kita semua tentu tidak ingin tragedi yang menimpa Putri Br Nainggolan kembali terulang, baik di Jalinsum, ruang publik, sekolah, taman kota, maupun lokasi lainnya. Oleh karena itu, pemangkasan pohon yang berpotensi membahayakan harus menjadi perhatian serius seluruh pihak terkait. Keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas utama, karena satu nyawa yang hilang merupakan kehilangan yang tidak dapat tergantikan oleh apa pun.


Oleh karena itu, pemangkasan pohon di sepanjang Jalinsum tidak boleh dipandang sebagai pekerjaan rutin semata, melainkan sebagai langkah preventif yang mencerminkan kepedulian terhadap keselamatan publik. Sebab, satu tindakan pencegahan hari ini dapat menyelamatkan banyak nyawa di kemudian hari.(TP)

Keselamatan Warga Tidak Boleh Tidak Diutamakan!! 

Prioritize wisely. Every budget should go where it matters most.

"Tentukan prioritas dengan bijak. Setiap anggaran harus digunakan untuk hal yang paling penting."

Posting Komentar untuk "Jangan Tunggu Korban Berikutnya: Pentingnya Pemangkasan Pohon di Jalinsum"