Langkat, Kamis,(04/06/2026) – Komitmen Pemerintah Kabupaten Langkat dalam menjaga dan melestarikan warisan budaya Melayu kembali mendapat apresiasi dari berbagai kalangan masyarakat. Salah satunya datang dari para tokoh masyarakat dan pegiat budaya Melayu di Kelurahan Bingai yang menilai perhatian pemerintah daerah terhadap situs bersejarah merupakan langkah penting dalam menjaga identitas daerah.
Apresiasi tersebut disampaikan Ketua Himpunan Mahasiswa Melayu Kabupaten Langkat, Rezeki Arinanada, yang juga merupakan putra asli Kelurahan Bingai. Ia mengungkapkan rasa hormat dan terima kasih kepada Bupati Langkat atas kepeduliannya dalam merawat warisan budaya yang menjadi bagian penting dari sejarah masyarakat Melayu di Langkat.
Menurut Rezeki, salah satu bentuk nyata perhatian tersebut adalah penetapan Masjid Jaya Ar-Rahman 1775 sebagai cagar budaya Kabupaten Langkat. Masjid yang telah berdiri selama kurang lebih 250 tahun itu dinilai memiliki nilai sejarah yang sangat tinggi karena menjadi saksi perjalanan perkembangan Islam dan kebudayaan Melayu di wilayah Langkat.
“Masjid Ar-Rahman memiliki nilai sejarah yang luar biasa. Di balik bangunannya tersimpan banyak kisah perjuangan, dakwah, dan perkembangan peradaban Islam di tanah Langkat. Penetapan masjid ini sebagai cagar budaya merupakan langkah yang sangat tepat dan patut diapresiasi,” ujar Rezeki.
Ia menambahkan, keberadaan Masjid Jaya Ar-Rahman 1775 tidak hanya menjadi kebanggaan masyarakat Bingai, tetapi juga merupakan bagian dari identitas budaya Kabupaten Langkat yang harus dijaga dan diwariskan kepada generasi mendatang.
“Ketika sebuah daerah mampu menjaga sejarahnya, maka daerah tersebut sedang menjaga jati dirinya. Apa yang dilakukan Bupati Langkat hari ini adalah bukti bahwa pemerintah hadir untuk merawat akar budaya yang menjadi kebanggaan masyarakat Melayu,” tambahnya.
Selain itu, Rezeki juga memberikan apresiasi kepada Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Langkat, Hj. Nur Elly Heriani Rambe, MM, yang dinilai memiliki peran penting dalam mendorong pelestarian warisan budaya daerah. Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah dan instansi terkait menjadi faktor utama dalam menjaga serta mengembangkan nilai-nilai budaya Melayu agar tetap lestari dan dikenal luas oleh masyarakat.
Ia juga meyakini bahwa Bupati Langkat akan terus memberikan dukungan terhadap berbagai upaya pelestarian budaya di Kabupaten Langkat. Dukungan tersebut dianggap penting agar nilai-nilai budaya Melayu tetap hidup dan mampu diwariskan kepada generasi muda di tengah pesatnya perkembangan zaman.
Dalam kegiatan tersebut turut hadir Camat Wampu M. Nas Arif Syahputra, S.IP., M.A.P., dan Lurah Bingai Fahri Aditya Efendi Sembiring, S.E. Kehadiran mereka bersama masyarakat menjadi bentuk dukungan terhadap pelestarian situs sejarah dan budaya yang ada di wilayah Bingai.
Para tokoh masyarakat Melayu Bingai berharap perhatian pemerintah terhadap pelestarian situs-situs bersejarah dan budaya terus ditingkatkan. Mereka meyakini bahwa budaya bukan sekadar peninggalan masa lalu, melainkan warisan berharga yang akan menjadi cahaya bagi perjalanan generasi masa depan.
Di tengah arus modernisasi yang terus berkembang, pelestarian sejarah dan budaya dinilai menjadi fondasi penting dalam menjaga karakter daerah. Sebab, kemajuan suatu daerah tidak hanya diukur dari pembangunan fisik semata, tetapi juga dari kemampuannya menjaga nilai, identitas, dan warisan leluhur yang telah membentuk kehidupan masyarakat hingga saat ini.(TP)
Posting Komentar untuk "Jaga Identitas Melayu, Masyarakat Bingai Apresiasi Bupati Langkat"